Senin, 04 Februari 2013





Access internet berbasis wireless


Access internet berbasis wireless

WiFi yang merupakan kependekan Wireless Fidelity dari pada awalnya di rancang untuk jaringan Wireless data kecepatan tinggi untuk di dalam ruangan. Salah satu aplikasi yang umum digunakan menggunakan WiFi adalah pembuatan jaringan HotSpot.
Topologi Dasar Wireless Internet
- Dalam sebuah Wireless Internet, harus ada satu buah komputer atau router yang mengakses ke Internet.
- Router membagi akses ke LAN maupun di sambungkan ke Access Point.
- Access Point di letakan di atas tower atau pipa ledeng di atap rumah agar dapat menjangkau jarak yang cukup.
- Antenna external berupa antenna omni-directional atau antenna sektoral di pasang di Access Point untuk menguatkan sinyal.
- Di sisi pelanggan, kita dapat menyambungkan komputer pelanggan menggunakan antenna wajanbolic e-goen
Teknik ini yang kemudian di sebut sebagai RT/RW-net
Berbeda dengan penggunaan di Indoor, kemampuan untuk menghitung link budget & jarak jangkau menjadi sangat penting sekali jika kita bermain dengan peralatan WLAN untuk jarak jauh. Perhitungan yang demikian tidak di perlukan jika kita menggunakannya untuk aplikasi Indoor.
Ada beberapa parameter yang perlu di perhitungkan agar system dapat bekerja secara baik, yaitu:
- System Operating Margin (SOM), yang berhubungan dengan daya pemancar, tipe antenna, panjang kabel coax, dan jarak. Pastikan kita mempunyai cukup daya untuk mencapai jarak yang demikian jauh.
- Free Space Loss (FSL), loss dari daya karena berpropagasi melalui jarak tertentu.
- Fresnel Zone Clearance (FZC), untuk melihat kebutuhan dari tinggi antenna yang dibutuhkan, daerah bebas yang harus ada di atas halangan.
- Arah antenna, antenna down tilt, dan antenna down tilt coverage radius semua dibutuhkan untuk melihat arah dari daerah yang akan kita beri servis.
Konfigurasi Access Point
Logika berfikir proses konfigurasi ini sangat sederhana sekali sebenarnya. Untuk mengkonfigurasi sebuah Access Point, minimal sekali kita hanya perlu mengkonfigurasi
- SSID
- Channel / Frekuensi
- IP Address
- Netmask
- Gateway
Perlu di catat disini bahwa IP address, Netmask & Gateway tidak harus sama dengan IP address yang digunakan di LAN. Hal ini untuk menghindari hacker yang ingin mengubah konfigurasi Access Point. Tetapi, IP address, Netmask & Gateway perlu di set sama dengan yang digunakan di LAN jika Access Point menjalankan DHCP Server.
Pada operasi RT/RW-net, biasanya ada beberapa proteksi yang perlu di lakukan agar tidak sembarangan orang mengakses jaringan dan mencuri bandwidth yang kita bayar dengan mahal. Beberapa proteksi tersebut antara lain adalah
- MAC Filtering – untuk mengatur MAC address mana saja yang dapat mengakses Access Point.
- WEP – enkripsi data, agar data yang dikirim tidak dapat dilihat orang.
- WPA – authentikasi / password, agar hanya yang memiliki password yang dapat mengakses jaringan.
Pada operasi hotspot di Mall / Restoran / Hotel biasanya mekanisme security yang digunakan lebih bebas. Pada operasi RT/RW-net biasanya minimal sekali MAC Filtering yang digunakan.
WiFi: Persiapan Peralatan Wireless Internet
Ada beberapa hal yang perlu disiapkan untuk dapat membangun jaringan wireless & RT/RW-net. Kita biasanya memerlukan beberapa hardware seperti:
- Router atau komputer
- Access Point
- Pigtail
- Antenna external
- Kabel LAN
- Hub
Jika anda menggunakan komputer sebagai router, kita harus menentukan system operasi yang akan digunakan. Sangat di sarankan untuk menggunakan system operasi Linux.
Untuk penggunakan sebagai server / router, biasanya Linux digunakan tanpa interface grafik (GUI). Dengan cara ini kita dapat menghemat resource memory yang lumayan banyak. Tidak heran jika komputer tua kelas Pentium I atau Pentium II dapat digunakan sebagai router.
Windows sama sekali tidak direkomendasikan karena tidak reliable, mudah hang dan rentan terhadap serangan virus
. WiFi: HotSpot
HotSpot adalah sebuah wilayah terbatas yang dilayani oleh satu atau sekumpulan Access Point Wireless LAN standar 802.11a/b/g , dimana pengguna (user) dapat masuk ke dalam Access Point secara bebas dan mobile menggunakan perangkat sejenis notebook, laptop, PDA, dan sebangsanya.
Biasanya HotSpot dioperasikan di tempat umum, seperti, Café, Mall, dan kampus. Access Point yang digunakan umumnya tidak dimodifikasiantenna-nya, sehingga biasanya kemampuan-nya memang di batasi hanya untuk ruangan terbatas saja. Jadi jaringan Wireless di sebuah kota,RT/RW-net bukan kategori HotSpot.
WiFi, kependekan dari Wireless Fidelity adalah standar yang dibuat oleh konsorsium perusahaan produsen peranti W-LAN; Wireless Ethernet Communications Alliance untuk mempromosikan kompatibilitas perangkat 802.11
Semua produk WiFi adalah 802.11, tapi tidak semua 802.11 mengikuti standar WiFi.
WiFi: Tipe HotSpot
Ada beberapa jenis HotSpot yang biasa digunakan, yaitu:
- HotSpot gratis sebagai tambahan pelayanan umum biasanya dioperasikan di hotel, di lobby hotel, di conference room, di coffee shop, atau di café. Biasanya dengan adanya HotSpotgratis akan menaikkan image & menarik pangsa pasar tertentu untuk datang ke tempat tersebut. Kadang HotSpot jenis ini merupakan instalasi semi permanent, di acara pamerancomputer atau konferensi / seminar computer.
- HotSpot berbayar ke pemilik tempat biasanya di ruangan hotel, restoran, atau coffee shop. Karena tidak semua hotel mampu untuk memberikan servis HotSpot gratis. Mereka mengambil kebijakan untuk memberikan servis berbayar kepada pengguna HotSpot untuk menalangi biaya leased line atau unlimited ADSL ke Internet yang pada masa lalu di tahun 2000-an bisa mencapai Rp. 3-4 juta / bulan. Pada saat ini, Internet unlimited sudah mulai murah dalam orde ratusan ribu per bulan, jadi sangat mudah untuk menyelenggarakanHotSpot.
- HotSPot berbayar ke operator WiFi HotSpot, misalnya Boingo, iPASS Operator WiFi HotSpot ini merupakan jaringan internasional yang global dengan banyak sekali pengguna yang mobile secara internasional. Jenis HotSpot ini biasanya akan lebih menarik bagi mereka yang memiliki banyak pengguna yang datang dari manca negara.
Tentunya sebuah HotSpot dapat merupakan gabungan dari beberapa tipe HotSpot menjadi satu kesatuan, tidak harus menyediakan hanya satu tipe saja. Jadi bisa saja, HotSpot berbayar ke pemilik gedung dan berbayar ke operator WiFi HotSPot di operasikan pada sebuah HotSpot, jadi bagi pengguna biasa yang tidak berlangganan ke iPass dapat tetap menggunakan dengan membayar biayanya ke pemilik gedung.
WiFi: HotSpot – Konfigurasi Untuk Banyak Pengguna
Pada jaringan HotSpot berbayar, dengan banyak pengguna local, biasanya kita akan membutuhkan database yang besar yang menampung data-data pengguna. Database server tersebut dapat di bangun menggunakan server tersendiri. Di Linux, hal ini dapat dibangun menggunakan MySQL.
Proses authentikasi dapat di lakukan menggunakan software Radius yang akan melakukan proses Authentikasi dan accounting. Tentunya kita masih perlu server tambahan yang berfungsi sebagai portal captive bagi pengguna HotSpot yang menangkap akses pengguna yang belum ter-Authentikasi.
Bagi anda yang tidak ingin pusing, ada baiknya menggunakan mesin yang dapat berfungsi sebagai database server, authentication server dan portal captive sekaligus. Mesin ini salah satunya adalah IP3 dan Mikrotik.
Semua peralatan ini terpasang di LAN yang berbeda dengan LAN dari Access Point yang digunakan oleh pengguna. Biasanya antara kedua LAN ini ada mekanisme firewall yang terpasang diantaranya untuk mem-blokir pengguna yang belum ter-Authentikasi agar tidak bisa mengakses Internet.